post image
KOMENTAR
Dunia pertanian Sumatera Utara kembali tercoreng, lahan milik sejumlah petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat digusur secara paksa oleh 1500 personel aparat keamanan gabungan, Jumat (18/11).

Dalam peristiwa penggusuran yang dilakukan oleh personel Kepolisian Resort (Polres) Langkat dan TNI Satuan Lintas Udara (Linud) Raider tersebut mengakibatkan 13 orang mengalami luka berat dan ringan, termasuk di dalamnya 1 orang anak-anak dan 3 orang perempuan.
 
"Dalam penggusuran itu juga dikerahkan puluhan alat berat. Dalam peristiwa itu, 13 orang mengalami luka berat dan ringan. Di antaranya 1 orang anak-anak dan 3 orang wanita," kata Suriono, Ketua Dewan Pengurus Cabang SPI Kabupaten Langkat, Sabtu (19/11).

Sedangkan Zubaidah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah SPI Sumatera Utara mengutuk keras tindakan penggusuran paksa oleh aparat kepolisian dan TNI tersebut.

"Banyak cara yang sebenarnya bisa ditempuh untuk menyelesaikan konflik pertanahan yang ada, bukan dengan cara penggusuran, apalagi melakukan tindak kekerasan," kata Zubaidah.

Zubaidah menjelaskan, salah satu penyebab munculnya konflik pertanahan di Langkat yaitu masuknya perushaan asing bernama PT. Langkat Nusantara Kepong Malaysia.

"Konflik semakin menjadi setelah masuk PT Langkat Nusantara Kepong Malaysia, yang mengambilalih operasional PTPN II Kebun Gohor Lama. Upaya yang dilakukan perusahaan asal Malaysia itu untuk menggusur petani semakin intens. Oknum kepolisian berulang kali melakukan intimidasi kepada petani," jelasnya.[sfj]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel