post image
KOMENTAR
Aksi kekerasan senior terhadap junior kembali mencoreng dunia pendidikan Indonesia.

Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok taruna senior kepada taruna junior hingga menyebabkan korban meninggal terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa terjadi pada Selasa (10/1), pukul 22.30 WIB.

Ini adalah kali ketiga penganiayaan senior kepada di STIP Jakarta. Sebelumya terjadi pada 2012 dan 2013.

Korban meninggal adalah Amirulloh Adityas Putra (18), taruna STIP tingkat 1 yang merupakan warga RT07/RW14 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Amirulloh diduga dianiaya secara fisik oleh empat taruna tingkat 2 STIP, yakni Sisko Mataheru (19) warga Matraman, Jakarta Timur; Willy Hasiholan (20) warga Kampung Baru Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur; Iswanto (21) warga Solok, Sumatera Barat; dan Akbar Ramadhan (19) warga Rawabadak Utara; Jakarta Utara. Kejadian tersebut juga disaksikan enak orang taruna STIP tingkat II.

Barang bukti yang berhasil dikumpulkan, satu botol minyak tawon, satu botol minya telon, satu buah gayung mandi, satu buah gelas, dan dua puntung rokok sampurna mild.

Informasi yang dihimpun redaksi, kasus berawal dari pada jam 17.00 WIB kemarin, selesai giat drum band, salah satu pelaku atas nama Sisko mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya untuk rencana ngerjain juniornya tingkat 1 (basis alat drum band/tam-tam). Kemudian jam 22.00 WIB, enam taruna tingkat 1 dipanggil oleh para pelaku untuk segera kumpul di TKP, lantai 2 kamar M-205 Gedung Dermotery Ring 4.

Kemudian satu persatu taruna tingkat 1 tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan dengan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada dan ulu hati. Pada saat giliran korban Amirullah, korban juga digilir oleh para pelaku. Dan pada pukulan terakhir yang dilakukan oleh pelaku Willi, sambil berkata 'sama-sama anak priok', tiba-tiba korban ambruk ke dada pelaku yang selanjutnya korban diangkat secara bersama-sama oleh para pelaku dan saksi ke atas kasur yang terletak di samping TKP.

Melihat korban terlihat pingsan, para pelaku akhirnya panik dan selanjutnya menghubungi ke seniornya tingkat 4 dan dilanjutkan ke pembina dan piket medis STIP. Dan mengetahui kondisi korban sudah tidak bernyawa, setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Cilincing.

Kapolsek Cilincing, Kompol Ali Zusron membenarkan ada seorang taruna STIP yang tewas setelah dianiaya oleh para seniornya.

"Iya benar ada seorang taruna pelajar STIP yang tewas setelah dianiaya oleh para seniornya," kata Kompol Ali di Jakarta, Rabu (11/1).

Saat ini, jenazah Amirulloh Adityas Putra sudah berada di RS Polri guna otopsi. Kasus ini sendiri ditangani Polsek Cilincing di beckup Sat Reskrim Restro Jakut.[rgu/rmol]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel