post image
KOMENTAR
Ratusan Massa dari Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita), datang ke gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Dengan membawa spanduk dan keranda mayat, mereka menggoyang pagar Kejatisu meminta agar segera mengusut dan menangkap bupati Nias Selatan Idealisman Dachi atas dugaan korupsi pencairan dana cadangan APBD Nisel tahun anggaran 2011 senilai Rp 5 miliar untuk dana bencana banjir Mazo.

Walau dijaga ketat polisi berseragam lengkap, massa yang dengan menggunakan seragam loreng juga terlihat membantu menggoyang pagar kejatisu. Tidak hanya itu mereka juga membakar ban di badan jalan sehingga membuat kemacetan panjang para pengendara roda dua dan empat.

Dalam aksi tersebut, massa meminta agar kejatisu segera menangkap Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi.

"Tangkap dalang koruptor di Kabupaten Nias Selatan. Kami minta bapak Kajatisu untuk segera mengusut tuntas permasalahan SK Nomor: 900/520/K/2011 tentang pencairan dana cadangan APBD Nias Selatan TA 2011. Bupati Nisel hanya bisa mengambil kesempatan di atas penderitaan masyarakat korban bencana alam mazo," ujar Ketua Gempita Dongan Nauli di depan gedung Kejatisu, Selasa (29/10/2013).

Aksi yang dimulai dari pukul 10.00 Wib hingga pukul 12.00 WIB tersebut akhirnya berakhir setelah ditanggapi oleh Kasipenkum Candra Purnama, yang berjanji akan segera mengusut dan segera memeriksa kembali Idealisma Dachi.

Sebelumnya, massa aksi yang marah sempat menggantung keranda mayat di depan gedung pagar Kejatisu. [ded]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel