post image
KOMENTAR
Insiden menohok bagi Pemerintah Kabupaten Dairi terjadi saat berlangsungnya reses anggota DPRD Sumatera Utara Jenny Riany Lucia Berutu di Desa Juma Gerra, Kecamatan Tiga Lingga. Warga yang protes atas kerusakan jalan parah yang tidak kunjung diperbaiki oleh bupati melakukan aksi pengutipan biaya melintas bagi politisi
Demokrat tersebut.

Usut punya usut, hal ini ternyata menjadi bentuk kekesalan warga terhadap pemerintah kabupaten Dairi yang tidak kunjung memperbaiki jalan yang terputus menuju desa tersebut meskipun sudah ditinjau langsung oleh bupati. Alhasil, warga memberlakukan tarif melintas dari lahan mereka yang dijadikan sebagai jalur alternatif untuk menghindari jalanan yang terputus total tersebut. Untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 20 ribu dan roda empat Rp 50 ribu.

"Saya sangat memahami, ini menjadi salah satu bentuk kekesalan dari masyarakat yang sangat mengharapkan perbaikan infrastruktur jalan ke desa mereka," kata Jenny melalui rilisnya, Kamis (9/3).

Jenny menjelaskan, dirinya sempat turun dari kendaraan yang ditumpanginya saat melintas dilokasi tersebut. Ia bahkan langsung berdialog dengan warga disana yang memintanya agar mendesak dilakukannya pembangunan terhadap jalan mereka.

"Kita minta agar ada perhatian khusus terkait jalan yang terputus ini. Karena nasib kami juga sangat tergantung dari perbaikan jalan tersebut," ungkap warga, Budiman Karkaro.

Selain persoalan infrastruktur jalan yang menjadi sorotan utama warga, beberapa persoalan lain juga mereka sampaikan kepada Jenny seperti persoalan bantuan bibit pertanian. Menurut mereka selama ini bibit yang mereka terima dari pemerintah masih belum memiliki kualitas yang baik, sehingga hasil panen tidak maksimal. Atas kondisi ini, Jenny mengaku akan menyampaikan keluhan tersebut serta mendesak agar pemerintah provinsi dan kabupaten Dairi memberikan perhatian serius atas persoalan warga.

"Kalau dari pengakuan mereka kita dengar kondisi jalan terputus ini sudah terjadi selama satu tahun terakhir. Itu sangat memprihatinkan, karena itu waktu yang lama. Saya menilai ini kelalaian pemerintah mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kecamatan dan kabupaten. Kedepan ini tidak boleh terjadi lagi. Saya akan bawa ini untuk dibahas di tingkat provinsi," tegas Jenny.

Reses yang dilakukan oleh Jenny di Desa Juma Gerra ini merupakan akhir rangkaian resesnya di Kabupaten Dairi. Selanjutnya hasil reses tersebut akan dirangkum untuk dibahas di DPRD Sumatera Utara.[rgu]

LPM dan FKM USU Gelar Edukasi Kesahatan dan Pemberian Paket Covid 19

Sebelumnya

Akhyar: Pagi Tadi Satu Orang Meninggal Lagi

Berikutnya

KOMENTAR ANDA

Baca Juga

Artikel